Freedom Of Sharing

Hari ini saya mengikuti sebuah acara bernama Fredom of Sharing atau FreSh. Acaranya sangat sangat berkesan,  dan seperti seminar lainnya, saya bisa bertemu dengan banyak orang baru.

Awalnya saya tidak berniat ikut acara ini, asalannya simple: saya gak tau jalan ke sana. :p Namun kemudian saya bertemu dengan Kamal--teman saya, pendiri Univind--yang ternyata pengen ikut acara itu juga. Akhirnya untuk mencari teman, saya janjian untuk berangkat bareng dia.

Di jalan saya khawatir datang telat ke acara. Acaranya sendiri dimulai jam 7, tapi sampai jam 19.40-an kita masih terjebak macet di jalan. Akhinya kita sampai di Rasuna Epicentrum jam 8. Sampai sana kami langsung naik ke lantai 3. Untungnya kami tidak terlalu terlambat, kami hanya melewatkan satu sesi presentasi Plasa.com.

Di sana saya menyaksikan presentasi yang dibawakan dengan cukup baik oleh tim TokoPedia dan Juale. Keduanya menginspirasi saya untuk membangun kembali konsep HargaTeman.com agar lebih kuat dan mampu bersaing. Saya juga kembali diingatkan akan pentingnya membangun relasi, karena dari relasi lah TokoPedia mampu mendapatkan uang 2,5 milyar untuk membangun usahanya.

Setelah acara, ada sesi perkenalan. Di sana saya berkenalan dengan TikaBanget, seorang blogger yang sangat populer di Indonesia. Orangnya baik banget, lain dengan bayangan saya (saya pikir orangnya bakal rada sakratis haha).

Dan dari sesi kali ini, saya juga kembali diingatkan bahwa sesi perkenalan adalah sesi terpenting dari sebuah seminar. Karena waktunya yang sempit dan terbatas, sebaiknya di awal kita berkenalan dengan orang-orang yang sudah punya reputasi terlebih dahulu, baru berkenalan dengan orang-orang lain di sana. Dengan demikian kita bisa mengoptimalkan waktu berkenalan itu.

The Big Picture

Akhir-akhir ini saya lagi seneng banget mantengin situs The Big Picture-nya Boston.com. Banyak banget foto bagus di sana, membangkitkan kembali gairah saya untuk belajar fotografi. Coba cek deh!









Kesempatan dalam Ketidakberuntungan

Memang benar kata orang, selalu ada kesempatan dalam kesulitan. Kesempatan itu tersembunyi dalam peristiwa paling buruk sekalipun. Orang Barat menyebutnya sebagai blessing in disguise.

Blessing seperti ini sering kita dapatkan, namun jarang kita sadari. Kita hanya dapat memahaminya setelah kita menikmati indahnya kesuksesan. Lalu bagaimana kita bisa mendapatkannya? Cerita ini mungkin dapat memberikan penjelasan.

Kita semua tahu Steve Jobs. Dia adalah pendiri Apple, perusahaan yang memproduksi Machintos dan produk legendaris iPod. Dia juga pendiri Pixar, yang menjadi pionir berkembangnya film-film animasi 3D dengan produknya Toy's Story, a Bug's Life, UP, dan lain-lain. Pada tahun 2005, Steve Jobs memberikan pidato pada acara pemberian ijazah (commencement address) di Stanford University. Dalam pidato itu, ia menceritakan kisah inspiratif tentang hidupnya.

Kesempatan Yang Tersembunyi

Kemarin Jumat, saya bersama puluhan  anak UI lainnya mengikuti acara Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan di JCC. Acaranya sendiri sangat menarik, dimulai dari workshop, seminar motivasi, diskusi dengan praktisi kreatif Andrea Hirata dan Mira Lesmana, dan ditutup oleh performance Dewa.

Ada satu pengalaman menarik yang mengajarkan saya tentang bagaimana cara mencari peluang. Pada saat Dewa tampil di panggung, saya maju hendak memotretnya. Baru saja sampai di depan panggung, saya bertemu dengan kawan saya Boy. Alih-alih menonton Dewa, dia mengajak saya keluar ruangan, mengikuti Direktur Utama Bank Mandiri yang juga keluar ruangan ketika Dewa di panggung.

Bertemu Pengusaha Muda

Hari ini, bersama rekan saya Boyke Rachmanda, saya pergi menemui calon client di menara Emporium, Kuningan. Clientku ini bernama Firlie Ganinduto, direktur Duta Firza PT, sebuah kontraktor gas alam. Jika kamu mencari di Google nama Firlie Ganinduto, kamu akan tahu bahwa beliau adalah salah satu pengurus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) 2008-2011 untuk kompartemen pertambangan. 


Pak Firlie sempat mengirimkan file presentasi company profile, dan di situ tertera perusahaan ini pernah mendapatkan proyek yang nilainya 80.000 kali aset Miracle: $ 82.000.000. Melihat ini saya dan Boy tertawa, bersemangat, menyadari bahwa ini adalah kesempatan emas untuk mengangkat Miracle ke tingkat yang lebih tinggi.



Latihan Di Alam Sutera


Hari ini gw ikut Kyokushin Vaganza, yaitu acara latihan bersama yang diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Alam Sutra Sports Centre.

Gw bawa mobil sendiri ke sana. Perjalanan lancar tanpa hambatan berarti (caelah). Sampe sana gw langsung ganti baju. Ada satu quote menarik, saat itu gw bilang sama senpai Tony:

Gw: Pak, saya malu nih putihnya dikit banget heuheu
Pak Tony: Gak apa2, dulu juga saya malu udah tua masih putih

hahahahaSetelah itu latihan bersama dimulai. gw gak ikut latihan bersama karena mau moto2. Sebenernya tujuan gw bawa kamera waktu itu cuma satu: pengen motret shihan Nardi dari dekat. Gw butuh foto shihan buat artikel gw di Wikipedia. Untungnya tujuan ini tercapai dengan sukses hehehehe.



Btw gw ngerasa rada risih juga sih, soalnya gw doang yg moto2 pake baju karate haahha. Aneh gak sih sabuk putih keliling2 kayak lagi ngawasin yg lain? (padahal lagi nyari posisi yg pas buat motret) hahaha



Di acara ini gw kenalan ama Senpai Wisnu, Sp. Andreas, dan Sp. Firman yang semuanya gw kenal dari Facebook. Gw juga berniat kenalan ama Sp. Anastasia Theodora, tapi rada malu karena waktu itu gw gak yakin benar namanya anastasia.

Btw, sebenernya hari itu gw rada ngantuk karena kejadian bodoh di malam hari. Awalnya gw niat tidur jam 10 biar besok gak telat. Sebelum tidur gw nyiapin kamera buat dipake besok, ketika itulah gw baru nyadar kalo BAJU KARATE GW BELOM DICUCI! Mampus...mana buau banget bekas dipake latihan jumat kemaren. Akhirnya jam 10 malem gw nyuci itu baju...mampus2 untung gw bisa nyuci hahahha

Abis dicuci gw langsung setrika itu baju (tapi jadi rada gosong, sialan). terus gw gantung dan gw pasangin kipas angin, paginya gw setrika lagi. kering. :D

Latihan di Dojo Senayan

Hari ini gw latihan di Dojo senayan. Gw cukup senang karena latihannya lebih keras dari dojo Cibinong. (tapi latihan tekniknya kurang, kalo menurut gw. banyakan di Cibinong).

Latihan setelah basic (pukul, tendang, tangkis) gw cuma disuruh ngelakuin kelompok 1. Gw melakukannya dengan perfect, kecuali pas terakhir. Gw kepeleset gara2 atap bocor, akhirnya jadi gak konsen.

Yang jadi pembinanya Senpai Axel, orang belanda. Kaki gw sempet ditiban ama kaki dia. Gila berat dan keras abis. Suatu hari kaki gw harus bisa lebih berat dari punya die hehee

Gw ngelakuin kesalahan juga dengan nunjukin rasa capek gw. Susah juga ya. Emang bener-bener capek, pala gw sempet melayang-layang gitu.

Pulang dari sana, gw makan bakmi di dekat Dojo Cibinong. Seperti biasa gw akan memilih menu paling aneh, dan waktu itu ada Bakmi Sapi Lada Hitam yang harganya 17rb. Karena gw belom pernah coba dan duit gw masih penuh Rp.40.000, gw pesen yg itu (sebetulnya ada lagi yg aneh, namanya bakmi shenzou apa kalo gak salah...tapi naamnya kurang meyakinkan, jangan2 isinya sayur semua hahaha). Eh, pas mau bayar, ternyata udah dibayarin senpai Dinar, manajer cabang Dojo gw. Wah, seneng sekaligus ada rasa gak enak juga nih milih menu yang mahal2 :D

Overall, today is a great day